Hai! Perkenalkan kami,
nama saya Bagas dan nama saya Farrel, kami dari sekolah SMP Pembangunan
Jaya kelas 8A. Kami membuat biografi tentang Pahlawan dan diplomat Indonesia yang
bernama “ Ali Sastroamidjojo”.
Ali Sastroamidjojo
"Keinginan belajar adalah benih kemajuan, tetapi keinginan belajar sahaja tanpa tenaga membangun adalah seumpama baling baling yang tidak mempunya kemudi."
-Ali Sastroamidjojo
Pada
saat konferensi meja bundar pada bulan Februari tahun 1948, ia menjadi wakil
ketua delegasi. Setelah kemerdekaan resmi, ia diangkat menjadi duta besar
Indonesia di Amerika, Kanada dan Meksiko pada tahun 1950 -1955. Ali Sastroamidjojo
diangkat menjadi ketua umum konferesi Asia-Afrika. Pada saat di Kolombo, Ali
menyampaikan pesan presiden dan menghasilkan kesepakatan yang sama dengan
presiden agar dibuat pertemuan Negara – Negara Asia Afrika dengan tujuan
mengahapuskan penjajahan. Ali berhasil memperoleh dukungan dari 4 negara dan
munculah kesepakatan penyatuan Negara Asia-Afrika, dari konferensi tersebut
dihasilkan Dasasila Bandung. Sudah disepakati pertemuan konferensi Asia Afrika
yang kedua akan diadakan pada tanggal 28-29 September 1954. Ali bukan hanya pintar dalam politik, tetapi ia
juga penulis yang baik, ia membuat beberapa buku yang isinya biasanya berisi
tentang gagasan-gagasanya, salah satunya adalah “ Pengantar Hukum Internasional“, “Politik Luar Negeri Indonesia Dewasa Ini“, “Otobiografi Tonggak-tonggak
Perjalananku “, dan “ Empat Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda “. Sosok Ali Sastroamidjojo
merupakan salah satu diplomat dan pahlawan yang berharga bagi Indonesia. Puncak
karirnya merupakan pada saat ia diangkat menjadi Perdana Menteri Republik
Indonesia. Ali Sastroamidjojo meninggal pada umur 72 tahun, pada tanggal 13
Maret 1976 di Jakarta.Terima kasih telah membaca ! Semoga wawasan anda bertambah !
Sumber :
·
Komentar
Posting Komentar